Kampus Terpadu : Jl. Ring Road Utara, Condong
Catur, Sleman, Yogyakarta
Telp: (0274) 884201 – 207
Fax: (0274) 884208
Kodepos: 55283
E-Mail: amikom@amikom.ac.id
Universitas Amikom Yogyakarta mencatatkan pencapaian signifikan pada ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2025 melalui inovasi Genius HR. Produk ini berhasil memperoleh dua penghargaan sekaligus, yaitu Winner kategori IEEE AI Startup serta Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year. Kompetisi bergengsi tingkat Asia Pasifik tersebut mempertemukan inovasi teknologi informasi dari sektor industri, akademisi, dan lembaga riset, dengan mekanisme seleksi serta penjurian yang dilakukan secara ketat oleh panel internasional.


Keberhasilan ini diraih melalui rangkaian kompetisi yang berlangsung di Kaohsiung, Taiwan, dengan partisipasi ratusan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Universitas Amikom Yogyakarta menjadi satu-satunya institusi dari Indonesia yang berhasil membawa pulang trofi Winner pada APICTA 2025.
APICTA sendiri merupakan ajang tahunan yang berfungsi sebagai wadah kompetisi dan kolaborasi inovasi teknologi informasi dan komunikasi. Peserta berasal dari lebih dari sepuluh negara di kawasan Asia Pasifik, dengan tahapan seleksi nasional sebelum melanjutkan ke tingkat regional. Dalam sambutannya, Wakil Presiden Taiwan, Bi-khim Hsiao, menegaskan bahwa APICTA sering dipandang sebagai tolok ukur prestisius di bidang teknologi, bahkan kerap dianalogikan sebagai “Oscar di bidang teknologi” karena standar penilaian yang tinggi serta profil peserta yang beragam.
Pada tahun 2025, Universitas AMIKOM Yogyakarta mengajukan tiga produk inovasi, yaitu Genius HR, iTani, dan SmartBisaIT. Ketiganya telah melalui proses kurasi nasional sebelum ditetapkan sebagai delegasi resmi Indonesia. Selama kompetisi, delegasi AMIKOM mengikuti berbagai agenda, termasuk matchmaking event dengan pelaku industri dan akademisi internasional, sesi presentasi produk, serta proses penjurian. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan memperkenalkan inovasi kepada mitra potensial lintas negara.
Inovasi Genius HR
Genius HR merupakan sistem informasi sumber daya manusia (Human Resources Information System/HRIS) berbasis kecerdasan artifisial. Sistem ini dirancang untuk mendukung organisasi dalam mengelola tenaga kerja secara lebih terukur dengan memanfaatkan data kerja, psikologis, dan kesehatan. Melalui analisis prediktif, Genius HR mampu mengidentifikasi potensi kelelahan dan stres kerja secara preventif, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam manajemen sumber daya manusia.
Dalam APICTA 2025, Genius HR berkompetisi pada tiga kategori: Business Services, IEEE AI Startup, dan Technology: AI Technology of the Year. Menurut Mujiyanto, pengembang Genius HR yang juga mahasiswa Doktor Informatika Amikom angkatan ke-1, proses penjurian berlangsung sangat ketat dengan format pitching yang menuntut penyampaian konsep, manfaat, serta kesiapan produk secara ringkas dan sistematis di hadapan juri internasional. Sebelum tahap presentasi, tim juga menyerahkan dokumen pendukung berupa profil produk, paparan konsep, dan materi visual sebagai bagian dari kurasi awal.
Dari tiga kategori yang diikuti, Genius HR berhasil meraih Winner kategori IEEE AI Startup serta Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year. Kedua kategori ini menekankan aspek kecerdasan artifisial, yang saat ini menjadi fokus utama perkembangan teknologi global. Penghargaan tersebut dipandang sebagai pengakuan atas pendekatan inovatif Genius HR yang menempatkan kecerdasan artifisial sebagai instrumen pendukung pengelolaan sumber daya manusia, dengan perhatian khusus pada kesejahteraan dan keberlanjutan tenaga kerja.

Mujiyanto menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses persiapan dan pengembangan yang panjang, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi agar memberikan manfaat yang lebih luas. Keberhasilan Universitas AMIKOM Yogyakarta pada APICTA 2025 menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang mampu bersaing di tingkat internasional. Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi global, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri di masa depan.

